Menyusun strategi penjualan yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan UMKM. Banyak pemilik usaha fokus pada produksi dan promosi, tapi lupa menata strategi agar target bisnis lebih mudah dicapai. Tanpa strategi yang jelas, penjualan bisa stagnan, stok menumpuk, dan modal tersita tanpa hasil maksimal.
Artikel ini akan membahas tips UMKM menyusun strategi penjualan secara efektif agar bisnis tetap berkembang, target tercapai, dan usaha lebih terukur.
Pahami Target Pasar Secara Mendalam
Langkah pertama sebelum menyusun strategi penjualan adalah memahami target pasar. Tidak semua orang cocok menjadi pelanggan produk kamu. Identifikasi siapa yang paling mungkin membeli, mulai dari usia, lokasi, preferensi, hingga perilaku belanja.
Dengan mengetahui target pasar, UMKM bisa:
Menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan
Membuat promosi yang tepat sasaran
Memilih channel penjualan yang efektif
Strategi penjualan tanpa pemahaman pasar ibarat menembak tanpa bidikan. Hasilnya kurang maksimal dan sering salah sasaran.
Tentukan Tujuan Penjualan yang Jelas
Setiap strategi penjualan harus diawali dengan tujuan yang jelas. Apakah targetnya menambah jumlah pelanggan, meningkatkan repeat order, atau menaikkan omzet per transaksi?
Tips menetapkan tujuan:
Gunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound)
Tulis target mingguan, bulanan, atau kuartalan
Pastikan tim atau partner usaha memahami tujuan yang sama
Dengan tujuan yang jelas, UMKM bisa memantau progres, menilai efektivitas strategi, dan membuat penyesuaian bila diperlukan.
Pilih Channel Penjualan yang Tepat
Channel penjualan menentukan seberapa cepat produk bisa sampai ke pelanggan. UMKM harus memilih channel sesuai karakter target pasar, misalnya:
Marketplace untuk menjangkau konsumen digital
Media sosial untuk membangun brand dan interaksi
Toko offline atau pop-up store untuk pengalaman langsung
Website atau aplikasi untuk penjualan langsung dan loyalitas
Menggunakan channel yang tepat membuat strategi penjualan lebih efektif dan biaya pemasaran lebih efisien.
Manfaatkan Promosi dan Diskon Secara Terencana
Promosi dan diskon adalah alat efektif meningkatkan penjualan, tetapi harus terencana. Promosi berlebihan justru bisa menurunkan persepsi nilai produk.
Tips promosi UMKM:
Buat promo spesial di momen tertentu (hari besar, ulang tahun bisnis)
Gunakan diskon terbatas untuk mendorong keputusan cepat
Bundling produk agar pembelian lebih besar
Sertakan hadiah atau voucher untuk repeat order
Promosi yang terencana membantu target penjualan tercapai tanpa merugikan margin keuntungan.
Pantau dan Evaluasi Kinerja Penjualan
Strategi penjualan yang baik selalu didukung data. Pantau angka penjualan, produk paling laris, jam dan hari pembelian terbanyak, serta feedback pelanggan.
Evaluasi rutin memungkinkan UMKM:
Menemukan produk yang kurang diminati
Menyesuaikan harga atau promosi
Memperbaiki proses pengiriman dan layanan pelanggan
Mengoptimalkan channel penjualan paling efektif
Dengan evaluasi berkala, strategi penjualan bisa diperbaiki agar hasil lebih maksimal.
Tingkatkan Hubungan dengan Pelanggan
Pelanggan setia adalah aset terbesar UMKM. Hubungan yang baik meningkatkan peluang repeat order dan promosi dari mulut ke mulut.
Cara membangun hubungan:
Memberikan layanan cepat dan responsif
Mengirim ucapan atau promo khusus untuk pelanggan tetap
Mendengarkan keluhan dan memberi solusi cepat
Membuat program loyalitas sederhana
Pelanggan yang puas akan membantu UMKM mencapai target penjualan lebih mudah.
Penutup: Strategi Penjualan yang Tepat Membuat Target Lebih Mudah Tercapai
Menyusun strategi penjualan bukan sekadar soal menjual produk, tapi tentang memahami pasar, memilih channel, memanfaatkan promosi, memantau kinerja, dan membangun hubungan pelanggan.
UMKM yang menjalankan strategi dengan tepat akan lebih mudah mencapai target bisnis, meningkatkan penjualan, dan menjaga keberlanjutan usaha. Kuncinya adalah konsistensi, evaluasi, dan adaptasi terhadap perubahan pasar agar bisnis selalu relevan dan berkembang.






